Program Studi Ilmu Penyakit Dalam dengan bangga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada dr. Diah Pradnya Paramita atas keberhasilannya menyelesaikan dan dinyatakan lulus dalam ujian tesis yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026. Ujian tesis ini merupakan salah satu tahapan akademik penting dalam proses pendidikan dokter spesialis, yang mencerminkan pencapaian kompetensi ilmiah, kemampuan berpikir kritis, serta komitmen peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Ilmu Penyakit Dalam. Pada kesempatan tersebut, dr. Diah Pradnya Paramita mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul โHubungan antara Kadar Dopamin Serum dengan Skor Derajat Keparahan Delirium pada Pasien Geriatriโ Topik ini memiliki relevansi klinis yang sangat penting, karena dopamin utamanya bekerja di sistem saraf pusat, namun pemeriksaan dopamin serum jauh lebih non-invasif dan praktis dibandingkan pemeriksaan cairan serebrospinal (LCS). Mengetahui sejauh mana kadar dopamin periferal/serum mencerminkan atau berkorelasi dengan derajat keparahan klinis di otak merupakan celah penelitian (research gap) yang sangat penting
Keberhasilan dr. Diah Pradnya Paramita dalam menyelesaikan ujian tesis ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan, dan dukungan dari para pembimbing serta tim penguji. Program Studi Ilmu Penyakit Dalam menyampaikan penghargaan kepada Dr. dr. I Nyoman Astika, SpPD, K-Ger, FINASIM selaku Ketua Tim Penguji sekaligus Pembimbing I dan Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, SpPD, K-Ger, FINASIM selaku Pembimbing Metodologi, yang telah memberikan kontribusi besar dalam proses penyusunan, penyempurnaan, dan pengujian karya ilmiah ini. Proses ujian tesis menjadi momentum penting bagi peserta didik untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara akademik, sekaligus menunjukkan kemampuan dalam menganalisis masalah klinis berdasarkan kaidah ilmiah dan metodologi penelitian yang baik. Penelitian mengenai hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien kanker kolorektal ini juga mencerminkan perhatian terhadap pentingnya integrasi antara penatalaksanaan penyakit kronis dan dukungan kesehatan mental dalam praktik kedokteran modern.
Program Studi Ilmu Penyakit Dalam berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan budaya akademik, penelitian, dan pelayanan berbasis bukti. Kelulusan ujian tesis ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi bagi dr. Diah Pradnya Paramita, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi Program Studi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Semoga ilmu, pengalaman, dan hasil penelitian yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pelayanan pasien, khususnya pasien geriatri, serta menjadi bekal berharga dalam perjalanan karier sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Sekali lagi, selamat kepada dr. Diah Pradnya Paramita atas kelulusan ujian tesis ini. Semoga senantiasa sukses dalam melanjutkan pengabdian di bidang Ilmu Penyakit Dalam dan terus berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Leave a Reply